Minggu, 18 September 2011

Intel Amankan Komputasi Awan Hingga Hardware


Salah satu topik penting dalam pembicaraan mengenai cloud computing(komputasi awan)   adalah keamanan. Berdasarkan riset dari Goldman Sachs Equity pada January 2011, disebutkan bahwa 70 persen Chief Information Officer (CIO) berpendapat bahwa masalah keamanan merupakan pertimbangan utama dalam menentukan apakah teknologi ini akan diterapkan dalam perusahaan.Di lain pihak, kemampuan hacker atau peretas berkembang pesat.
Contohnya kelompok LulzSec yang memiliki kemampuan membobol situs milik CIA.Oleh karena itu perusahaan pengembang cloud computingberupaya memperkuat sistem keamanan. Tujuannya agar publik memiliki keyakinan untuk menggunakan teknologi baru ini, termasuk Intel Corporation yang mengoperasikan cloud dengan prosesor Intel Xeon. Dengan Intel Trusted Execution Technology (Intel TXT), Intel berupaya memberi perlindungan keamanan cloud hingga ke tingkat perangkat keras.“Karena perlindungan melalui software saja tidak cukup," ujar Nick Knupffer, Marketing Director Data Center Group Intel APAC, dalam jumpa pers di Kantor Intel, Jakarta, Senin, 12 September 2011. Intel TXT bekerja saat perangkat memulai start up, menggunakan sistem yang disebut 'root of trust', yaitu dengan mengecek tiga komponen utama dalam cloud, yaitu Firmware, BIOS, dan Hypervisor. Dengan teknologi ini, program jahat atau malware dapat segera terdeteksi. “Bila TXT menemukan hal yang tidak seharusnya terjadi, maka sistem akan langsung berhenti booting," ujar Knupffer menambahkan. Sementara itu, perlindungan enkripsi data dalam cloud computing juga menjadi hal yang semakin vital, mengingat dalam teknologi ini data tidak disimpan secara konvensional. Untuk ini, Intel memiliki Advance Encryption Standard-New Instruction (AES-NI). Intel AES-NI memiliki enam instruksi tambahan dari AES yang sudah ada sebelumnya. Teknologi ini dapat meningkatkan kecepatan dalam melakukan enkripsi sekaligus mengurangi risiko penyerangan. Knupffer menambahkan Intel memiliki tiga visi terhadap perkembangan teknologi cloud hingga 2015 mendatang. Yang pertama adalah terfederasi, yaitu transfer data antara cloud publik dan privat dapat dilakukan secara aman. Kedua adalah client-aware, yaitu terdapat sistem yang mampu mengenali dan memenuhi kebutuhan berbagai perangkat yang berbeda, seperti smartphone maupun notebook. Terakhir adalah cloud seharusnya sudah beroperasi secara otomatis dengan campur tangan manusia yang sangat minim atau bahkan tak ada sama sekali. Knupffer juga menyatakan bahwa penerapan cloud computing di masa depan bukan hanya sangat penting namun juga tak terelakkan. "Pada 2015 nanti lebih dari 15 juta perangkat akan terakses ke internet dan pengguna internet bertambah lebih banyak 1 miliar," ujarnya.


Artikel Terkait:

0 komentar:

Poskan Komentar

Rockmanticks menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Rockmanticks berhak untuk tidak menampilkan komentar yang di anggap tidak etis, kasar, berisi fitnah atau berbau SARA.