Penganut Aboge Rayakan Idul Adha Selasa Lusa

Penganut Jami’iyyah Ahli Thoriqoh Shatoriyah An Nahdliyyah atau yang biasa disebut dengan aliran Islam Alif Rebo Wage (Aboge) di Desa Ngampel, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, baru akan merayakan Idul Adha pada Selasa, 8 Novemb...

Jalan Trenggalek-Pacitan-Ponorogo Ditutup

Akses jalan antarprovinsi yang menghubungkan Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Pacitan, dan Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, melalui Desa Sumberingin, Kecamatan Karangan, ditut...

Kepala SMKN 5 Dilengserkan Siswanya

Nasib Mahmudi benar-benar tragis.Selama tujuh tahun 'berkuasa' menjadi Kepala SMK Negeri 5 Kota Madiun,Mahmudi dilengserkan ratusan anak didiknya dengan berunjukra...

Mahasiswi Tewas Setelah Motornya Terlind...

Seorang mahasiswi tewas setelah sepeda motor yang ditumpanginya tertabrak mobil di Jalan Niken Gandini, Pasar Pon, Kecamatan Jenangan, Ponorogo, Jawa Tim...

Mengeluh Masuk Angin, Guru SMK Meninggal

Salah seorang penghuni rumah di jalan itu,Anang Fatchurohman,32, yang tercatat sebagai guru SMK Gamaliel,ditemukan sudah terbujur ka...

Minggu, 18 September 2011


Mereka adalah para calon penumpang KA kelas ekonomi rute Madiun-Tanahabang, yang sebelumnya menumpuk di halaman stasiun sejak pagi. Penumpang masuk secara bersamaan setelah petugas memberikan tanda bahwa kereta api telah siap diisi.
Madiun, rockmanticks.co.cc Peningkatan jumlah pemudik pada arus balik di Stasiun Kota Madiun, Jawa Timur, memicu aksi saling dorong dan desak-desakan antar-pemudik. Bahkan, aksi saling dorong sudah terjadi saat pemudik memasuki gerbang stasiun.Ratusan calon penumpang kereta api itu berebutan masuk duluan, agar dapat masuk secepatnya ke gerbong kereta api.Padahal, banyak di antara  calon penumpang kereta api itu adalah orangtua, dan yang membawa balita.

Penumpukan penumpang itu disebabkan oleh penerapan sistem boarding pass yang diterapkan PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi VII Madiun

Jalan di Lokasi Kecelakaan Bus Sumber Kencono Tidak Layak


Tim Polda Jawa Timur dan Mabes Polri meninjau lokasi kecelakaan Bus Sumber Kencono dengan minibus travel di Jalan Arteri Nasional, by pass Mojokerto, Selasa (13/9). Tim peninjau menyimpulkan, kondisi jalan tidak layak. Jalanan sangat terjal dan berbelok dengan kemiringan hingga 30 derajat. Tak hanya itu, pada malam hari, suasana bahkan sangat gelap karena tak terdapat penerangan. Begitu pun dengan posisi rambu lalu lintas yang tepat di tikungan jalan.
Seharusnya, menurut peninjau, rambu lalu lintas justru diletakan sebelum tikungan.Dirlantas Polda Jatim, Kombes Polisi Sam Budi Gusdian menyatakan, fakta tersebut segera direkomendasikan ke DLLAJ dan Dinas Perhubungan  untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan.(ARD

Hindari Motor,Carry Seruduk Pohon Jati


Ponorogo, rockmanticks.co.cc Suzuki Carry sarat penumpang menumbur pohon jati di pinggir jalan raya Ponorogo-Madiun,pagi kemarin(13/9).Mobil nopol AE 1685 SA itu ringsek di bagian depan bersamaan enam penumpangnya mengalami luka serius.Para korbanharus dilarikan ke RSUD dr Harjono Ponorogo untuk menjalani perawatan medis.Lima penumpang Carry ternyata rombongan warga CipayungJakarta yang sedang mudik ke rumah saudaranya di Desa Nambangrejo Kecamatan Sukorejo,Ponorogo.Mereka adalah Amat,50 ,Amir,32 ,Sarmi,31 ,Dude,38,dan Husein,5.Semuanya terluka.Sedangkan Jumiatin,66,warga Desa Nambangrejo yang duduk di bangku depan dekat sopir, mengalami patah kedua kakinya karena tergencet bodi mobil.''Kami ingin silaturahmi ke keluarga di Ngawi,''kata Sarmi,salah satu korban saat dirawat di RSUD,kemarin.Kecelakaan tunggal yang terjadi sekitar pukul 08.00 itu berawal ketika mobil melaju dari selatan dengan kecepatan sekitar 70 kilometer perjam.Sopir Suroso ingin menyalip pengendara sepeda motor yang berjalan di tengah sambil menerima telepon.Nah,Suroso sengaja menyalip dari kiri.Namun,tanpa melihat ke belakang pengendara motor itu ikut berjalan ke kiri.''Saya banting kemudi ke kiri,''ungkap Suroso yang hanya mengalami luka ringan. Mobil bercat hijau itu akhirnya berjalan tak lagi terkendali.Sempat menabrak tumpukan batu dan baru berhenti setelah moncongnya mencium pohon jati yang berdiri di pinggir jalan dekat Kantor Pos Babadan. Kondisi mobil ringsek akibat benturan keras sehingga proses evakuasi berlangsung alot.Terjadi kemacetan di jalur utama Ponorogo-Madiun itu ketika banyak pengguna jalan berhenti untuk melihat.Menurut Kasatlantas Polres Ponorogo AKP Arif Mukti, pihaknya masih menyelidiki penyebab utama kecelakaan yang membawa korban enam luka itu.Polisi kemarin melakukan olah TKP bersamaan meminta keterangan saksi mata.''Kami belum bisa menyimpulkan secara pasti penyebab kecelakaan,''jelas Arif Mukti.