Penganut Aboge Rayakan Idul Adha Selasa Lusa

Penganut Jami’iyyah Ahli Thoriqoh Shatoriyah An Nahdliyyah atau yang biasa disebut dengan aliran Islam Alif Rebo Wage (Aboge) di Desa Ngampel, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, baru akan merayakan Idul Adha pada Selasa, 8 Novemb...

Jalan Trenggalek-Pacitan-Ponorogo Ditutup

Akses jalan antarprovinsi yang menghubungkan Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Pacitan, dan Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, melalui Desa Sumberingin, Kecamatan Karangan, ditut...

Kepala SMKN 5 Dilengserkan Siswanya

Nasib Mahmudi benar-benar tragis.Selama tujuh tahun 'berkuasa' menjadi Kepala SMK Negeri 5 Kota Madiun,Mahmudi dilengserkan ratusan anak didiknya dengan berunjukra...

Mahasiswi Tewas Setelah Motornya Terlind...

Seorang mahasiswi tewas setelah sepeda motor yang ditumpanginya tertabrak mobil di Jalan Niken Gandini, Pasar Pon, Kecamatan Jenangan, Ponorogo, Jawa Tim...

Mengeluh Masuk Angin, Guru SMK Meninggal

Salah seorang penghuni rumah di jalan itu,Anang Fatchurohman,32, yang tercatat sebagai guru SMK Gamaliel,ditemukan sudah terbujur ka...

Minggu, 18 September 2011

Telaga Ngebel


Sejuk dan teduh. Itulah kesan pertama yang akan dilontarkan oleh siapa saja tatkala pertama kali memasuki kawasan Telaga Ngebel, Kabupaten Ponorogo. Berhamparkan air yang jernih nan tenang, telaga ini berhiaskan pohon-pohon tua di tepiannya. Dan ini bisa menjadi penawar lelah para wisatawan setelah mereka melewati jalan berliku, naik-turun, untuk menuju objek wisata ini.Membicarkan Telaga Ngebel memang tidak akan pernah habis.Konon cerita yang berkembang di masyarakat, Telaga Ngebel mempunyai cerita unik yang didasarkan pada kisah seekor ular naga bernama “Baru Klinting“. Sang Ular ketika bermeditasi secara tak sengaja dipotong-potong oleh masyarakat sekitar untuk dimakan. Secara ajaib sang ular menjelma menjadi anak kecil yang mendatangi masyarakat dan membuat sayembara, untuk mencabut lidi yang ditancapkan di tanah.Namun tak seorangpun berhasil mencabutnya. Lantas dia sendirilah yang berhasil mencabut lidi itu. Dari lubang bekas lidi tersebut keluarlah air yang kemudian menjadi mata air yang menggenang hingga membentuk Telaga Ngebel.Legenda Telaga Ngebel, terkait erat dan memiliki peran penting dalam sejarah Kabupaten Ponorogo. Konon salah seorang pendiri Kabupaten ini yakni Batoro Kantong. Sebelum melakukan syiar Islam di Kabupaten Ponorogo, Batoro menyucikan diri terlebih dahulu di mata air, yang ada di dekat Telaga Ngebel yang kini dikenal sebagai Kucur Batoro.
Selain panorama yang indah dan masih perawan, Telaga Ngebel juga kaya akan sumber alam, utamanya air tawar bersih yang keluar dari sumber-sumber di dasar telaga sedalam kurang lebih 52 meter. Tanah subur di sekitar telaga ini juga menghasilkan aneka pohon buah berkualitas. Durian Ngebel, begitu kata orang, menjadi buah primadona kawasan ini. Selain buah berduri itu, tumbuh subur pula pohon manggis, nangka, dan tanaman perkebunan seperti cengkeh dan kopi. Menikmati keindahan panorama telaga sembari makan buah-buahan khas Ngebel adalah tujuan para wisatawan. Bagi pengunjung yang menginginkan ikan hasil budidaya Telaga Ngebel seperti ikan Nila, dapat langsung menyantapnya di warung atau rumah makan yang berjumlah cukup banyak. Hmmm…maknyus!!!
Sungguh menarik bukan, tawaran yang di berikan Telaga Ngebel. Sayang sekali jika Anda yang telah berada di Ponorogo tidak menyempatkan untuk mengunjungi objek wisata ini.

Air terjun Toya Marto Ponorogo

Air terjun Toya Marto yang terletak di Kecamatan Ngebel, sekitar 35 km dari pusat kota. Air terjun itu berlapis, sangat bagus. Hal ini sesuai bagi siapa saja yang menyukai petualangan. Ini perlu upaya keras untuk kepala menuju lokasi ini karena rute itu sulit.tapi itu bisa membawa pengalaman yang berbeda bagi petualang.Mereka bisa merasakan alam nyata di lokasi dengan udara segar dan jernih. Datang kesini dan nikmati suasana alam nya yang di kelilini oleh banyak pohon dan suara burung.